Membaca 10–15 Menit Setiap Hari: Kebiasaan Sederhana dari Sekolah Dasar di Tarub
Salah satu penelitian di Gugus Sultan Agung, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, tentang peran guru SD dalam meningkatkan literasi membaca dan menulis menemukan satu kebijakan yang menarik karena sangat sederhana: setiap siswa membaca buku selama 10 sampai 15 menit setiap hari.
Kenapa kebiasaan kecil ini kuat?
Waktu sebanyak itu tidak memberatkan guru maupun murid, tetapi bila dijalani konsisten, ia membentuk ritme. Anak tidak merasa dipaksa, dan guru tidak perlu menyiapkan banyak hal. Yang dibutuhkan hanya buku dan kemauan.
Cara menerapkannya di kelas
- Tetapkan waktu yang sama setiap hari, misalnya sebelum pelajaran pertama.
- Biarkan anak memilih buku sendiri agar mereka merasa memiliki.
- Guru ikut membaca, karena anak meniru apa yang dilihatnya.
- Akhiri dengan satu pertanyaan ringan: “Apa hal paling menarik yang kamu baca hari ini?”.
Cara menerapkannya di rumah
- Jadikan jam setelah makan malam sebagai waktu membaca bersama.
- Sediakan sudut baca kecil dengan alas duduk dan lampu yang cukup.
- Pinjam buku dari perpustakaan sekolah atau desa.
Jangan terpaku pada target
Tujuan utamanya bukan jumlah halaman, melainkan rasa nyaman dengan buku. Anak yang menyukai membaca akan menemukan jalannya sendiri.
Catatan: temuan di atas berasal dari satu gugus sekolah dan tidak mewakili seluruh Kabupaten Tegal. Namun idenya mudah ditiru siapa saja, kapan saja.
