Hasil Tes Bukan Ajang Membandingkan: Ajakan untuk Orang Tua dan Guru
Setelah hasil tes diumumkan, grup percakapan orang tua biasanya ramai oleh angka. Pelan-pelan, tanpa disadari, anak mulai merasa dinilai dari skor. Padahal tujuan TKAD, menurut Dikbud Kabupaten Tegal, adalah memetakan mutu dan melatih kesiapan, bukan menyusun peringkat anak.
Mengapa perbandingan melukai
Setiap anak punya tempo belajar sendiri. Ketika dibandingkan, anak yang tertinggal bisa merasa tidak mampu, sementara anak yang unggul bisa takut gagal. Keduanya sama-sama menanggung beban yang tidak perlu.
Ide aksi untuk orang tua
- Sebelum melihat skor, tanyakan, “Bagian mana yang menurutmu paling menantang?”.
- Rayakan usaha, misalnya “Kamu tetap mengerjakan sampai selesai, Ibu bangga”.
- Jadikan hasil sebagai bahan rencana belajar, bukan bahan teguran.
- Hindari membagikan skor anak ke grup tanpa seizin anak.
Ide aksi untuk guru dan sekolah
- Sampaikan hasil kepada murid secara pribadi dan dengan bahasa yang membangun.
- Gunakan data kelas untuk menyusun strategi mengajar, bukan untuk mencari siapa yang paling rendah.
- Libatkan orang tua dalam rencana perbaikan yang realistis.
Anak yang merasa aman akan lebih berani belajar dari kesalahan. Mari jadikan masa setelah tes sebagai ruang bertumbuh, bukan arena persaingan.
