Menengok Lima Program Unggulan Digitalisasi Dikbud Kabupaten Tegal
Digitalisasi sering terdengar seperti urusan teknologi semata. Padahal bagi guru dan orang tua di daerah, ia berarti layanan yang lebih cepat dan sekolah yang lebih mudah dikelola. Catatan berita UJDIH BPK Jawa Tengah (April 2025) merekam bahwa Dikbud Kabupaten Tegal menerapkan lima program unggulan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Apa yang tercatat
Menurut pemberitaan yang dirangkum dalam catatan itu, Plt Kepala Dikbud saat itu, Satiyo, menyebut kelima program tersebut mencakup digitalisasi layanan administrasi dan digitalisasi sekolah, di samping program apresiasi guru. Catatan ini berasal dari 2025, jadi baca sebagai gambaran arah kebijakan, bukan kondisi terbaru.
Gambaran anggarannya
- Dana Alokasi Umum (DAU) Dikbud pada 2025: sekitar Rp86,7 miliar.
- DAK fisik: sekitar Rp2,02 miliar.
- DAK nonfisik: sekitar Rp456,1 miliar.
Mengapa ini penting bagi sekolah
Layanan administrasi yang lebih ringkas membuat guru punya lebih banyak waktu untuk mengajar. Sementara digitalisasi sekolah membuka peluang untuk pengelolaan data siswa, asesmen, dan komunikasi yang lebih tertata. Kita juga melihatnya pada pelaksanaan TKAD berbasis aplikasi di Kabupaten Tegal tahun ini.
Yang perlu dikawal bersama
- Pelatihan guru agar tidak hanya memakai teknologi, tetapi juga nyaman menggunakannya.
- Pemerataan perangkat dan jaringan hingga sekolah di pelosok.
- Keamanan dan privasi data siswa.
Digitalisasi baru bermakna bila dirasakan guru dan murid di ruang kelas. Mari tanyakan bersama: apa yang sudah terasa berubah di sekolah kita?
